Rabu, 17 November 2021

Memahami Perbedaan Antara Diskless dan Thin Client

Banyak orang diluar sana, bahkan praktisi komputer yang menganggap istilah Diskless dan Thin Client adalah suatu sistem yang sama. Namun meskipun keduanya merupakan bentuk dari teknik modifikasi jaringan komputer, tapi sebenarnya diskless dan thin client  merupakan dua sistem yang berbeda,  seperti yang akan uraikan sebagai berikut:   

Definisi Diskless

Diskless System adalah Suatu jaringan komputer yang terminalnya bergantung pada server untuk melakukan boot sistem operasi (OS) namun tetap menggunakan sumberdaya lokal – processor, RAM, VGA - dalam melakukan kegiatan pemrosesan data.

  • Terminal yang dimaksud disini umumnya berwujud Komputer (PC). Jadi meskipun suatu terminal memiliki media penyimpanan lokal, namun ketika boot OS nya melalui jaringan (server),  terminal tersebut tetap disebut diskless client/workstation.

  • Boot OS terminal bergantung pada server. Ini berarti terminal tidak akan berfungsi jika tidak ada server yang bertindak sebagai boot server. Metode boot nya sendiri ada berbagai macam cara, misalnya dengan menggunakan Ramdisk atau ISCSI

Ramdisk adalah teknik yang memanfaatkan sebagian dari kapasitas memori (RAM) untuk dijadikan virtual disk. Dengan metode ini kernel dan file sistem yang didownload dari server akan disimpan ke dalam virtual disk (ramdisk), dan setelah proses download selesai maka terminal akan segera melakukan proses boot melalui ramdisk tersebut. pada sistem diskless, teknik ramdisk biasanya digunakan jika ukuran Image OS yang dipakai tidak terlalu besar, antara belasan hingga beberapa ratus MB saja. 

ISCSI secara sederhana dapat digambarkan sebagai suatu protokol yang memanipulasi media penyimpanan jaringan agar dapat diakses terminal seperti media penyimpanan lokal. dengan metode ini image OS yang tersimpan di server akan diakses blok demi blok seperti media penyimpanan lokal. teknik ISCSI biasanya digunakan ketika ukuran Image OS yang digunakan cukup besar, umumnya diatas 3GB.

  • Karena proses pengolahan data sepenuhnya menggunakan sumberdaya lokal, maka performa masing-masing terminal bisa berbeda tergantung pada spesifikasi hardware terminal itu sendiri. Meskipun demikian,  kecepatan proses boot tetap tergantung pada spesifikasi server, kecepatan jaringan dan ukuran image OS yang digunakan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Diskless System adalah:

  • Jaringan komputer yang terminalnya bergantung pada server dalam melakukan proses boot (Network Boot)
  • Proses pengolahan data tetap menggunakan sumberdaya lokal    

Contoh software Diskless adalah CCBoot dan CyberIndo. Pihak yang sering memanfaatkan sistem ini adalah Warnet Game.

Definisi Thin Client

Sedangkan Thin Client  adalah Terminal yang bergantung pada jaringan, server dan protokol tertentu agar dapat memberikan input dan menampilkan output pada suatu aplikasi atau OS yang berada di server dan diproses sepenuhnya oleh server.

  • Terminal yang dimaksud disini dapat berupa Komputer (PC), Network Computer (NC) atau Dedicated Thin Client Device seperti Dell Wyse atau HP Thin Client.  
  • Protokol yang dimaksud adalah software penghubung antara terminal dan server agar koneksi Thin Client dapat terwujud. Contoh protokol yang sering digunakan adalah RDP, ICA dan X
  • Karena proses pengolahan data dilakukan sepenuhnya oleh server, maka performa semua terminal yang ada pada jaringan tergantung dari spesifikasi server. Spesifikasi hardware terminal tidak terlalu berpengaruh pada sistem ini. Oleh karena hal ini pula, aplikasi yang membutuhkan akselerasi hardware lokal seperti multimedia dan game akan berjalan sangat buruk atau tidak bekerja samasekali. Intinya, sistem Thin Client tidak didesain untuk aplikasi multimedia dan game. Sistem ini hanya cocok untuk kegiatan browsing, aplikasi office atau aplikasi ringan lainnya. Karena keterbatasan inilah yang membuat spesifikasi hardware dari terminal Thin Client pada umumnya sangat rendah. 
  • Metode Boot dari sistem Thin Client umumnya menggunakan media penyimpanan lokal (local boot) meskipun banyak pula yang telah mengadopsi sistem Diskless. Gabungan antara kedua sistem ini disebut dengan Diskless Thin Client. Namun karena artikel ini dibatasi hanya untuk membahas perbedaan antara Diskless dan Thin Client saja,  maka Diskless Thin Client dibahas secara khusus pada artikel Membangun Jaringan Diskless Thin Client.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Thin Client System adalah: 

  • Suatu jaringan Komputer yang menggunakan protokol tertentu agar terminal dan server dapat saling berkomunikasi 
  • Proses pengolahan data menggunakan sumberdaya server

Contoh software Thin Client adalah Citrix ICAWindows 7 Thin Client (RDP) dan 2X ThinClient. Pihak yang sering menggunakan sistem ini umumnya perkantoran dan dunia pendidikan.

Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan mendasar dari Diskless dan Thin Client adalah metode boot,  penggunaan protokol dan penggunaan sumberdaya dalam melakukan proses pengolahan data.

 

Diskless

Thin Client

Metode Boot

Server / Network Boot

Lokal

Penggunaan Sumberdaya

Lokal

Server

Protokol yang digunakan

ISCSI (optional)

RDP, ICA, X, VNC

 Tujuan

Tujuan utama kedua sistem ini sebenarnya sama, yaitu mempermudah pekerjaan administrator dalam melakukan perawatan/maintenance di suatu lembaga/organisasi. Dengan kedua sistem ini, administrator hanya perlu memaintenance software di sisi server serta kondisi jaringan. Terutama untuk software-software yang sering melakukan update/maintenance misalnya game onlinebrowser, antivirus atau sejenisnya. Kedua sistem ini akan sangat terasa manfaatnya ketika administrator harus menangani beberapa puluh atau bahkan ratusan komputer. Tentunya akan sangat merepotkan jika harus melakukan maintenance satu persatu.

Implementasi

Meskipun memiliki tujuan yang sama, namun terdapat pula beberapa perbedaan yang mendasar antara Diskless dan  Thin Client. Perbedaan inilah yang menjadi dasar pertimbangan sistem mana yang paling tepat digunakan dalam suatu jaringan komputer. Dibawah ini adalah tabel perbedaan dari masing-masing sistem secara lebih rinci :

 

 

Diskless

Thin Client

Performa

Tergantung spesifikasi hardware Workstation

Tergantung spesifikasi hardware Server

Vulnerability

Sangat tergantung pada Server dan kondisi jaringan. Ini berarti jika server atau jaringan mengalami gangguan, maka workstation tidak akan berfungsi sama sekali

OS dan aplikasi yang terpasang pada Workstation menentukan ketergantungan pada jaringan dan Server. Misalnya jika OS Workstation adalah Windows beserta beberapa aplikasi,  Workstation masih dapat berfungsi sebagai stand alone PC jika server atau jaringan mengalami gangguan

Spesifikasi Hardware Client

Tergantung kebutuhan dari masing-masing user

Tidak ada spesifikasi hardware khusus.

Biaya

Biaya yang harus dipertimbangkan dalam membangun jaringan diskless adalah Hardware server, hardware workstation dan infrastruktur jaringan. Untuk OS server bisa menggunakan OS apa saja, yang penting dapat dikonfigurasi menjadi Storage Server(1.

Biaya yang harus dipertimbangkan dalam membangun jaringan thin client adalah Hardware Server. Biaya OS Server bervariasi, gratis jika menggunakan Linux Server, murah jika menggunakan Windows 7 atau 10 Professional dengan Terminal Service yang dimodifikasi(2, sangat mahal jika menggunakan Windows Server. Hardware workstation dapat ditekan serendah mungkin. Bahkan dapat memanfaatkan kembali PC bekas yang sebelumnya sudah tidak dipakai.

Penggunaan

Mendukung penuh hardware acceleration. Ini berarti sistem Diskless dapat digunakan untuk kebutuhan multimedia, game dan kebutuhan komputasi lainnya seperti PC pada umumnya.

Tidak mendukung hardware acceleration. Ini berarti thin client tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan multimedia dan game. Penggunaan thin client terbatas pada kegiatan browsing, Office dan kegiatan komputasi ringan lainnya.

Contoh Implementasi

Warnet Gaming

LabKom Sekolah, Perkantoran

Keterangan 
(1 : Media Penyimpanan Jaringan baik yang langsung terhubung secara fisik pada server (DAS) maupun dedicated storage sever (SAN)
(2 :  modifikasi fitur Terminal Service adalah cara untuk membuat OS windows dapat diakses oleh beberapa  pengguna/ perangkat pada saat yang sama (multisession). Sayangnya hal ini dianggap illegal.

Untuk dapat membangun sistem yang sedang kita bahas ini, tentunya ada syarat yang harus dipenuhi. Dibawah ini adalah syarat spesifikasi minimum dari Diskless dan Thin Client :

 

Diskless

Thin Client

Processor Server

Minimal Dual Core

Minimal Core i5 Gen 4

RAM Server

8GB atau lebih

8GB atau lebih

VGA Server

Tidak ada syarat minimum

Tidak ada syarat minimum

Storage Server

Minimal 4x250GB SSD (NVME direkomendasikan)

Tidak ada syarat minimum, direkomendasikan SSD atau NVME

Jaringan

1GBps atau lebih tinggi

100MBps atau lebih tinggi

OS Server

OS yang dapar dikonfigurasi sebagai Storage Server

Linux Server atau Windows Server+Lisensi CAL

Workstation Hardware & OS

Tergantung kebutuhan user

Hardware dan OS tidak ada syarat minimum, namun harus dapat menjalankan protokol(1 tertentu

(1      : Software penghubung antara Workstation dan Server sehingga Koneksi Thin Client dapat terwujud. Sambungan ini harus menggunakan salah satu dari 3 protokol ini: ICA, RDP atau X.

Kesimpulan

Sistem Diskless umumnya digunakan pada kondisi :

  • User dari masing-masing terminal menggunakan aplikasi yang membutuhkan akselerasi hardware lokal, misalnya multimedia atau game
  • Biaya bukan menjadi pertimbangan utama
  • Aplikasi yang digunakan sering mengalami maintenance/update, misalnya game atau antivirus 
  • Tenaga kerja / orang yang melakukan maintenance sangat terbatas. Hanya server saja yang perlu maintenance

Sistem Thin Client umumnya digunakan pada kondisi :

  • User dari masing-masing terminal hanya menggunakan aplikasi ringan semacam browser atau Office
  • Memiliki banyak komputer yang sudah usang. Sistem ini dapat digunakan untuk memanfaatkan kembali hardware lama yang sudah  ketinggalan jaman
  • Pertimbangan biaya. Jika suatu saat diperlukan upgrade hardware, hanya server saja yang perlu diupgrade.
  • Tenaga kerja / orang yang melakukan maintenance sangat terbatas. Hanya server saja yang perlu maintenance

Demikian informasi mengenai perbedaan antara Diskless dan Thin Client. Semoga informasi ini dapat membantu anda menentukan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, budget, serta jenis usaha anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar