Banyak orang diluar sana, bahkan praktisi komputer yang
menganggap istilah Diskless dan Thin Client adalah
suatu sistem yang sama. Namun meskipun keduanya merupakan bentuk dari teknik modifikasi
jaringan komputer, tapi sebenarnya diskless dan thin client merupakan dua sistem yang berbeda, seperti yang akan uraikan sebagai berikut:
Definisi Diskless
Diskless System adalah Suatu jaringan komputer yang terminalnya bergantung pada server untuk melakukan boot sistem operasi (OS) namun tetap menggunakan sumberdaya lokal – processor, RAM, VGA - dalam melakukan kegiatan pemrosesan data.
- Terminal yang dimaksud disini umumnya berwujud Komputer (PC). Jadi meskipun suatu terminal memiliki media penyimpanan lokal, namun ketika boot OS nya melalui jaringan (server), terminal tersebut tetap disebut diskless client/workstation.
- Boot OS terminal bergantung pada server. Ini berarti terminal tidak akan berfungsi jika tidak ada server yang bertindak sebagai boot server. Metode boot nya sendiri ada berbagai macam cara, misalnya dengan menggunakan Ramdisk atau ISCSI.
Ramdisk adalah teknik yang memanfaatkan sebagian dari kapasitas memori (RAM) untuk dijadikan virtual disk. Dengan metode ini kernel dan file sistem yang didownload dari server akan disimpan ke dalam virtual disk (ramdisk), dan setelah proses download selesai maka terminal akan segera melakukan proses boot melalui ramdisk tersebut. pada sistem diskless, teknik ramdisk biasanya digunakan jika ukuran Image OS yang dipakai tidak terlalu besar, antara belasan hingga beberapa ratus MB saja.
ISCSI secara sederhana dapat digambarkan sebagai suatu protokol yang memanipulasi media penyimpanan jaringan agar dapat diakses terminal seperti media penyimpanan lokal. dengan metode ini image OS yang tersimpan di server akan diakses blok demi blok seperti media penyimpanan lokal. teknik ISCSI biasanya digunakan ketika ukuran Image OS yang digunakan cukup besar, umumnya diatas 3GB.
- Karena proses pengolahan data sepenuhnya menggunakan sumberdaya lokal, maka performa masing-masing terminal bisa berbeda tergantung pada spesifikasi hardware terminal itu sendiri. Meskipun demikian, kecepatan proses boot tetap tergantung pada spesifikasi server, kecepatan jaringan dan ukuran image OS yang digunakan.
- Jaringan komputer yang terminalnya bergantung pada server dalam melakukan proses boot (Network Boot)
- Proses pengolahan data tetap menggunakan sumberdaya lokal
Contoh software Diskless adalah CCBoot dan CyberIndo.
Pihak yang sering memanfaatkan sistem ini adalah Warnet Game.
Definisi Thin Client
Sedangkan Thin Client adalah Terminal yang bergantung pada jaringan, server dan protokol tertentu agar dapat memberikan input dan menampilkan output pada suatu aplikasi atau OS yang berada di server dan diproses sepenuhnya oleh server.
- Terminal yang dimaksud disini dapat berupa Komputer (PC), Network Computer (NC) atau Dedicated Thin Client Device seperti Dell Wyse atau HP Thin Client.
- Protokol yang dimaksud adalah software penghubung antara terminal dan server agar koneksi Thin Client dapat terwujud. Contoh protokol yang sering digunakan adalah RDP, ICA dan X.
- Karena proses pengolahan data dilakukan sepenuhnya oleh server, maka performa semua terminal yang ada pada jaringan tergantung dari spesifikasi server. Spesifikasi hardware terminal tidak terlalu berpengaruh pada sistem ini. Oleh karena hal ini pula, aplikasi yang membutuhkan akselerasi hardware lokal seperti multimedia dan game akan berjalan sangat buruk atau tidak bekerja samasekali. Intinya, sistem Thin Client tidak didesain untuk aplikasi multimedia dan game. Sistem ini hanya cocok untuk kegiatan browsing, aplikasi office atau aplikasi ringan lainnya. Karena keterbatasan inilah yang membuat spesifikasi hardware dari terminal Thin Client pada umumnya sangat rendah.
- Metode Boot dari sistem Thin Client umumnya menggunakan media penyimpanan lokal (local boot) meskipun banyak pula yang telah mengadopsi sistem Diskless. Gabungan antara kedua sistem ini disebut dengan Diskless Thin Client. Namun karena artikel ini dibatasi hanya untuk membahas perbedaan antara Diskless dan Thin Client saja, maka Diskless Thin Client dibahas secara khusus pada artikel Membangun Jaringan Diskless Thin Client.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Thin Client System adalah:
- Suatu jaringan Komputer yang menggunakan protokol tertentu agar terminal dan server dapat saling berkomunikasi
- Proses pengolahan data menggunakan sumberdaya server
Contoh software Thin Client adalah Citrix
ICA, Windows 7 Thin Client (RDP) dan 2X
ThinClient. Pihak yang sering menggunakan sistem ini umumnya
perkantoran dan dunia pendidikan.
Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa
perbedaan mendasar dari Diskless dan Thin Client adalah metode
boot, penggunaan protokol dan penggunaan
sumberdaya dalam melakukan proses pengolahan data.
|
|
Diskless |
Thin Client |
|
Metode Boot |
Server / Network Boot |
Lokal |
|
Penggunaan Sumberdaya |
Lokal |
Server |
|
Protokol yang digunakan |
ISCSI (optional) |
RDP, ICA, X, VNC |
Tujuan utama kedua sistem ini sebenarnya sama, yaitu
mempermudah pekerjaan administrator dalam melakukan perawatan/maintenance di
suatu lembaga/organisasi. Dengan kedua sistem ini, administrator hanya perlu
memaintenance software di sisi server serta kondisi jaringan.
Terutama untuk software-software yang sering melakukan update/maintenance misalnya
game online, browser, antivirus atau sejenisnya. Kedua
sistem ini akan sangat terasa manfaatnya ketika administrator harus menangani
beberapa puluh atau bahkan ratusan komputer. Tentunya akan sangat merepotkan
jika harus melakukan maintenance satu persatu.
Implementasi
Meskipun memiliki tujuan yang sama, namun terdapat pula
beberapa perbedaan yang mendasar antara Diskless dan Thin
Client. Perbedaan inilah yang menjadi dasar pertimbangan sistem mana yang
paling tepat digunakan dalam suatu jaringan komputer. Dibawah ini adalah tabel
perbedaan dari masing-masing sistem secara lebih rinci :
|
|
Diskless |
Thin Client |
|
Performa |
Tergantung spesifikasi hardware Workstation |
Tergantung spesifikasi hardware Server |
|
Vulnerability |
Sangat tergantung pada Server dan kondisi jaringan. Ini
berarti jika server atau jaringan mengalami gangguan, maka workstation tidak
akan berfungsi sama sekali |
OS dan aplikasi yang terpasang pada Workstation menentukan
ketergantungan pada jaringan dan Server. Misalnya jika OS Workstation adalah
Windows beserta beberapa aplikasi, Workstation masih dapat
berfungsi sebagai stand alone PC jika server atau jaringan mengalami gangguan |
|
Spesifikasi Hardware Client |
Tergantung kebutuhan dari masing-masing user |
Tidak ada spesifikasi hardware khusus. |
|
Biaya |
Biaya yang harus dipertimbangkan dalam membangun jaringan
diskless adalah Hardware server, hardware workstation dan infrastruktur
jaringan. Untuk OS server bisa menggunakan OS apa saja, yang penting dapat
dikonfigurasi menjadi Storage Server(1. |
Biaya yang harus dipertimbangkan dalam membangun jaringan
thin client adalah Hardware Server. Biaya OS Server bervariasi, gratis jika
menggunakan Linux Server, murah jika menggunakan Windows 7 atau 10
Professional dengan Terminal Service yang dimodifikasi(2,
sangat mahal jika menggunakan Windows Server. Hardware workstation dapat
ditekan serendah mungkin. Bahkan dapat memanfaatkan kembali PC bekas yang
sebelumnya sudah tidak dipakai. |
|
Penggunaan |
Mendukung penuh hardware acceleration. Ini berarti sistem
Diskless dapat digunakan untuk kebutuhan multimedia, game dan kebutuhan
komputasi lainnya seperti PC pada umumnya. |
Tidak mendukung hardware acceleration. Ini berarti thin
client tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan multimedia dan game.
Penggunaan thin client terbatas pada kegiatan browsing, Office dan kegiatan
komputasi ringan lainnya. |
|
Contoh Implementasi |
Warnet Gaming |
LabKom Sekolah, Perkantoran |
Untuk dapat membangun sistem yang sedang kita bahas ini,
tentunya ada syarat yang harus dipenuhi. Dibawah ini adalah syarat spesifikasi
minimum dari Diskless dan Thin Client :
|
|
Diskless |
Thin Client |
|
Processor Server |
Minimal Dual Core |
Minimal Core i5 Gen 4 |
|
RAM Server |
8GB atau lebih |
8GB atau lebih |
|
VGA Server |
Tidak ada syarat minimum |
Tidak ada syarat minimum |
|
Storage Server |
Minimal 4x250GB SSD (NVME direkomendasikan) |
Tidak ada syarat minimum, direkomendasikan SSD atau NVME |
|
Jaringan |
1GBps atau lebih tinggi |
100MBps atau lebih tinggi |
|
OS Server |
OS yang dapar dikonfigurasi sebagai Storage Server |
Linux Server atau Windows Server+Lisensi CAL |
|
Workstation Hardware & OS |
Tergantung kebutuhan user |
Hardware dan OS tidak ada syarat minimum, namun harus
dapat menjalankan protokol(1 tertentu |
(1 :
Software penghubung antara Workstation dan Server sehingga Koneksi Thin Client
dapat terwujud. Sambungan ini harus menggunakan salah satu dari 3 protokol ini:
ICA, RDP atau X.
Kesimpulan
Sistem Diskless umumnya digunakan pada kondisi :
- User dari masing-masing terminal menggunakan aplikasi yang membutuhkan akselerasi hardware lokal, misalnya multimedia atau game
- Biaya bukan menjadi pertimbangan utama
- Aplikasi yang digunakan sering mengalami maintenance/update, misalnya game atau antivirus
- Tenaga kerja / orang yang melakukan maintenance sangat terbatas. Hanya server saja yang perlu maintenance
Sistem Thin Client umumnya digunakan pada kondisi :
- User dari masing-masing terminal hanya menggunakan aplikasi ringan semacam browser atau Office
- Memiliki banyak komputer yang sudah usang. Sistem ini dapat digunakan untuk memanfaatkan kembali hardware lama yang sudah ketinggalan jaman
- Pertimbangan biaya. Jika suatu saat diperlukan upgrade hardware, hanya server saja yang perlu diupgrade.
- Tenaga kerja / orang yang melakukan maintenance sangat terbatas. Hanya server saja yang perlu maintenance
Demikian informasi mengenai perbedaan antara Diskless dan Thin Client. Semoga informasi ini dapat membantu anda menentukan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, budget, serta jenis usaha anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar