Pada artikel ini saya akan membahas mengenai cara membangun jaringan Windows Diskless Thin Client dengan metoda boot menggunakan ramdisk. Artikel ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian , yaitu :
2. Petunjuk Instalasi
3. Testing dan Implementasi
Diskless Thin Client adalah suatu sistem yang merupakan perpaduan (hybrid) antara 2 buah sistem jaringan, yaitu Diskless dan Thin Client. Sistem ini sebenarnya merupakan sistem Thin Client yang mengadopsi sistem Diskless pada metoda boot nya. Jadi definisi singkat Diskless Thin Client adalah sistem Thin Client yang boot OS nya bergantung pada jaringan dan server. Untuk lebih memahami lebih jauh mengenai Diskless dan Thin Client, anda dapat membaca artikel singkat mengenai Memahami Perbedaan antara Diskless dan Thin Client.
Persyaratan Sistem
Persyaratan sistem untuk membangun Diskless thin Client saya bagi menjadi 2, yaitu persyaratan hardware dan software.
|
|
Persyaratan |
|
Processor Server |
4 Core Processor atau lebih |
|
RAM Server |
8GB atau lebih |
|
VGA Server |
Tidak ada syarat minimum |
|
Storage Server |
Tidak ada syarat minimum, direkomendasikan SSD atau NVME |
|
Jaringan |
100MBps atau lebih tinggi |
|
OS Server(1 |
Semua Edisi dari Windows XP |
|
Semua edisi Windows Vista kecuali Edisi Enterprise |
|
|
Windows 7 Home Premium, Pro atau Ultimate |
|
|
Windows 8 atau 8 Pro |
|
|
Windows 8.1 atau 8.1 Pro |
|
|
Windows 10 Home atau Pro |
|
|
Semua Edisi dari Windows Server |
|
|
Hardware Terminal |
Tidak ada syarat minimum, namun ukuran RAM harus lebih besar dari image
OS digunakan. Disarankan menggunakan processor telah yang mendukung Physical
Address Extension (PAE) dan instruksi 64 bit. |
- DHCP Server dan TFTP Server
DHCP Server adalah software yang berfungsi untuk memberikan informasi jaringan kepada terminal secara otomatis, termasuk IP address, Subnet Mask, Gateway, DNS, Boot File, dan sebagainya. TFTP Server adalah software yang berfungsi untuk melayani transfer file antara server dan terminal.
DHCP dan TFTP server sudah tersedia pada semua Edisi Windows Server. Sedangkan untuk jenis OS selain Windows Server, perlu aplikasi pihak ketiga semacam tftpd32, DhcpSrv, Tiny PXE Server ataupun dedicated OS semacam Mikrotik, ClearOS dan PfSense. Harap diperhatikan bahwa pemilihan DHCP server ini akan menentukan cara mengkonfigurasi server pada langkah berikutnya.
- HTTP Server (Opsional)
Adalah software yang difungsikan untuk melayani transfer file antara server dan terminal, dalam hal ini berfungsi menggantikan TFTP dengan kecepatan transfer file yang jauh lebih tinggi. Diskless thin client dapat berjalan tanpa fitur ini, namun jika jumlah terminalnya cukup banyak maka proses bootingnya akan berjalan sangat lambat. Oleh sebab itu semua tutorial disini menggunakan HTTP server sebagai media transfer file nya
- Protokol
Adalah software penghubung sehingga Server dan terminal dapat saling berkomunikasi dalam konteks remote desktop. Pada artikel ini saya hanya menggunakan protokol bawaan windows yaitu RDP dengan pertimbangan tidak memerlukan biaya tambahan alias gratis.
- RDP Patcher (Opsional)
Adalah software yang berfungsi untuk memodifikasi fitur Terminal Service agar Server dapat mengizinkan lebih dari 1 koneksi dalam saat yang sama. software ini diperlukan jika OS server bukan Windows Server (misalnya windows 7 atau 10). Namun perlu diketahui bahwa tindakan ini dianggap ilegal dan menyalahi EULA-nya microsoft.
- PXE Boot Loader
PXE Boot Loader adalah software berisi boot file dan file konfigurasi agar terminal dapat mendownload file yang diperlukan melalui protokol PXE. Artikel ini menggunakan PXE Linux sebagai boot loader.
- Image OS
Image OS adalah file yang diperlukan agar terminal dapat melakukan boot setelah proses preboot selesai. umumnya hanya berisi kernel, root file system, driver dan protokol yang diperlukan. ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa MB sampai beberapa GB tergantung dari banyaknya paket yang terpasang didalamnya.
- Klik disini jika anda akan menggunakan tftpd32
- Klik disini jika anda akan menggunakan DhcpSrv
- Klik disini jika anda akan menggunakan Tiny PXE Server
- Klik disini jika anda akan menggunakan Mikrotik
- Klik disini jika anda akan menggunakan PfSense
- Klik disini jika anda akan menggunakan Clear OS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar