Rabu, 17 November 2021

Membangun Jaringan Windows Diskless Thin Client

Pada artikel ini saya akan membahas mengenai cara membangun jaringan Windows Diskless Thin Client dengan metoda boot menggunakan ramdisk. Artikel ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian , yaitu :

1. Persyaratan Sistem
2. Petunjuk Instalasi
3. Testing dan Implementasi

Diskless Thin Client adalah suatu sistem yang merupakan perpaduan (hybrid) antara 2 buah sistem jaringan, yaitu Diskless dan Thin Client. Sistem ini sebenarnya merupakan sistem Thin Client yang mengadopsi sistem Diskless pada metoda boot nya. Jadi definisi singkat Diskless Thin Client adalah sistem Thin Client yang boot OS nya bergantung pada jaringan dan server. Untuk lebih memahami lebih jauh mengenai Diskless dan Thin Client, anda dapat membaca artikel singkat mengenai Memahami Perbedaan antara Diskless dan Thin Client.

Persyaratan Sistem

Persyaratan sistem untuk membangun Diskless thin Client saya bagi menjadi 2, yaitu persyaratan hardware dan software.

Persyaratan Hardware
Berikut adalah persyaratan hardware server yang drekomendasikan untuk membangun jaringan diskless thin client dengan 10-20 terminal :

 

Persyaratan

Processor Server

4 Core Processor atau lebih

RAM Server

8GB atau lebih

VGA Server

Tidak ada syarat minimum

Storage Server

Tidak ada syarat minimum, direkomendasikan SSD atau NVME

Jaringan

100MBps atau lebih tinggi

OS Server(1

Semua Edisi dari Windows XP

Semua edisi Windows Vista kecuali Edisi Enterprise

Windows 7 Home Premium, Pro atau Ultimate

Windows 8 atau 8 Pro

Windows 8.1 atau 8.1 Pro

Windows  10 Home atau Pro

Semua Edisi dari Windows Server   

Hardware Terminal

Tidak ada syarat minimum, namun ukuran RAM harus lebih besar dari image OS digunakan. Disarankan menggunakan processor telah yang mendukung Physical Address Extension (PAE) dan instruksi 64 bit.

Keterangan:
(1 : Fitur Terminal Service harus dimodifikasi jika menggunakan OS selain Windows Server

Persyaratan Software
Berikut adalah persyaratan software yang harus dimiliki untuk membangun Jaringan Diskless Thin Client:
  • DHCP Server dan TFTP Server

DHCP Server adalah software yang berfungsi untuk memberikan informasi jaringan kepada terminal secara otomatis, termasuk IP address, Subnet Mask, Gateway, DNS, Boot File, dan sebagainya. TFTP Server adalah software yang berfungsi untuk melayani transfer file antara server dan terminal.
DHCP dan TFTP server sudah tersedia pada semua Edisi Windows Server. Sedangkan untuk jenis OS selain Windows Server, perlu aplikasi pihak ketiga semacam tftpd32, DhcpSrv, Tiny PXE Server ataupun dedicated OS semacam Mikrotik, ClearOS dan PfSense. Harap diperhatikan bahwa pemilihan DHCP server ini akan menentukan cara mengkonfigurasi server pada langkah berikutnya. 

  • HTTP Server (Opsional)

Adalah software yang difungsikan untuk melayani transfer file antara server dan terminal, dalam hal ini berfungsi menggantikan TFTP dengan kecepatan transfer file yang jauh lebih tinggi. Diskless thin client dapat berjalan tanpa fitur ini, namun jika jumlah terminalnya cukup banyak maka proses bootingnya akan berjalan sangat lambat.  Oleh sebab itu semua tutorial disini menggunakan HTTP server sebagai media transfer file nya

  • Protokol
Adalah software penghubung sehingga Server dan terminal dapat saling berkomunikasi dalam konteks remote desktop. Pada artikel ini saya hanya menggunakan protokol bawaan windows yaitu RDP dengan pertimbangan tidak memerlukan biaya tambahan alias gratis.

  • RDP Patcher (Opsional)

Adalah software yang berfungsi untuk memodifikasi fitur Terminal Service agar Server dapat mengizinkan lebih dari 1 koneksi dalam saat yang sama. software ini diperlukan jika OS server bukan Windows Server (misalnya windows 7 atau 10). Namun perlu diketahui bahwa tindakan ini dianggap ilegal dan menyalahi EULA-nya microsoft.

  • PXE Boot Loader

PXE Boot Loader adalah software berisi boot file dan file konfigurasi agar terminal dapat mendownload file yang diperlukan melalui protokol PXE. Artikel ini menggunakan PXE Linux sebagai boot loader.

  • Image OS

Image OS adalah file yang diperlukan agar terminal dapat melakukan boot setelah proses preboot selesai. umumnya hanya berisi kernel,  root file system, driver dan protokol yang diperlukan. ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa MB sampai beberapa GB tergantung dari banyaknya paket yang terpasang didalamnya.

Petunjuk Instalasi
Seperti yang telah diberitahukan sebelumnya bahwa pemilihan software DHCP server akan membuat langkah instalasi menjadi sedikit berbeda, maka pilihlah petunjuk instalasi dibawah sesuai dengan software DHCP server yang anda pilih :

  1. Klik disini jika anda akan menggunakan tftpd32
  2. Klik disini jika anda akan menggunakan DhcpSrv
  3. Klik disini jika anda akan menggunakan Tiny PXE Server
  4. Klik disini jika anda akan menggunakan Mikrotik
  5. Klik disini jika anda akan menggunakan PfSense
  6. Klik disini jika anda akan menggunakan Clear OS
Sekedar Info, untuk anda yang membutuhkan solusi cepat dalam membangun infrastruktur diskless thin client, saya menawarkan produk siap pakai dalam bentuk DVD yang dapat anda beli di Tokopedia dan Shopee dengan harga Rp. 125.000. Petunjuk pemasangan dan demo instalasi dapat anda lihat pada artikel ini atau video ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar